Tragedi Poso No Sensor __top__

Pada masa Orde Baru, terdapat kesepakatan tidak tertulis mengenai pembagian kekuasaan berimbang antara pejabat berlatar belakang Muslim dan Kristen. Namun, runtuhnya rezim Soeharto pada tahun 1998 memicu iklim kompetisi politik lokal yang sangat agresif menjelang pemilihan Bupati Poso. Elit politik lokal memanfaatkan sentimen identitas agama dan kesukuan guna menggalang dukungan massa demi memperebutkan akses sanksi ekonomi birokrasi.

Meskipun sering dicap sebagai konflik agama, Tragedi Poso berakar pada dinamika yang jauh lebih kompleks: tragedi poso no sensor

Characterized by localized riots, arson, and property destruction. Early clashes were fought mostly with traditional weapons, rocks, and machetes. Pada masa Orde Baru, terdapat kesepakatan tidak tertulis