Menonton dokumenter sejarah Perang Sampit seharusnya bukan bertujuan untuk membangkitkan dendam atau kebencian antar-etnis. Sebaliknya, dokumentasi kelam tersebut wajib dijadikan cermin besar bagi bangsa Indonesia mengenai mahalnya harga sebuah perdamaian dan pentingnya merawat toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Video-video dokumenter eksklusif dari masa itu menunjukkan situasi chaos. Dalam waktu singkat, kota Sampit dan sekitarnya berubah menjadi wilayah konflik. Ribuan orang terlibat, dan rumah-rumah dibakar. Laporan menunjukkan bahwa ratusan korban jiwa jatuh, dan lebih dari 100.000 warga harus mengungsi, meninggalkan harta benda mereka menurut catatan Sayyaf. 3. Evakuasi dan Pengungsian Massal
The Sampit conflict is more than a historical tragedy; it is a living lesson in the fragility of national unity. Its causes—economic jealousy, political manipulation, and a failure to integrate cultural differences—are not unique to Sampit. They are potential seeds of conflict in any pluralistic society.
Berdasarkan catatan sejarah, titik didih konflik dimulai pada tanggal 18 Februari 2001 di kota Sampit.