Perang Dayak Dan Madura

Setelah konflik mereda, upaya rekonsiliasi terus dilakukan, termasuk penandatanganan perjanjian damai dan pembangunan kembali hubungan antaretnis.

Selama tiga minggu pertama, lebih dari 500 orang Madura tewas. Namun, jumlah sebenarnya tidak pernah diketahui (perkiraan korban tewas 500 hingga 1.500 orang). Yang membuat dunia internasional bergidik adalah modus operandi : puluhan mayat ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dan organ dalam yang hilang. Polisi menemukan bukti bahwa ritual adat "mengayau" (memenggal musuh sebagai simbol kekuatan) dihidupkan kembali, dan beberapa pelaku mengakui bahwa mereka memanggang serta memakan hati musuh sebagai bentuk "sumpah setia" antar-pejuang Dayak. perang dayak dan madura